Peringatan Hari Anak Nasional ke-42, Wali Kota Ambon Dorong Perlindungan Anak Dimulai dari Keluarga
- Administrator
- Kamis, 23 Juli 2026 23:22
- 4 Lihat
- PEMERINTAHAN
Ambon, CM - Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat komitmen dalam melindungi serta memenuhi hak-hak anak demi menciptakan generasi penerus yang berkualitas. Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 yang berlangsung di Swiss-Belhotel Ambon, Kamis (23/7/2026).
Dalam sambutannya, Wattimena menegaskan bahwa anak merupakan investasi masa depan bangsa yang harus mendapatkan perhatian serius melalui kebijakan dan tindakan nyata dari seluruh pemangku kepentingan.
"Anak-anak adalah masa depan Kota Ambon dan Indonesia. Karena itu, setiap kebijakan yang kita ambil harus menempatkan kepentingan anak sebagai prioritas. Jika hari ini kita gagal membina mereka, maka kegagalan itu bukan berada pada anak-anak, melainkan pada kita sebagai orang dewasa," ujarnya.
Ia mengungkapkan masih banyak persoalan yang dihadapi anak-anak, mulai dari kekerasan fisik maupun verbal, perundungan (bullying), eksploitasi anak, hingga kekerasan seksual yang sebagian besar justru dilakukan oleh orang-orang terdekat.
Menurutnya, kekerasan verbal sering kali tidak disadari oleh orang tua maupun guru, seperti membandingkan anak dengan saudara atau teman sebayanya. Hal tersebut dapat berdampak buruk terhadap perkembangan mental dan rasa percaya diri anak.
Wattimena juga menyoroti aspirasi yang disampaikan Forum Anak Kota Ambon melalui "Suara Hati Anak Kota Ambon". Sedikitnya terdapat lima isu utama yang menjadi perhatian, yakni pemenuhan dokumen administrasi kependudukan bagi anak, akses air bersih, penanganan anak jalanan dan eksploitasi anak, penyediaan fasilitas ramah anak, serta pencegahan kekerasan terhadap anak.
Ia meminta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil mempercepat cakupan kepemilikan akta kelahiran dan Kartu Identitas Anak (KIA) yang saat ini masih di bawah 50 persen. Selain itu, Pemerintah Kota Ambon juga terus berupaya memperluas akses air bersih sebagai salah satu program prioritas daerah.
Terkait maraknya anak yang masih turun ke jalan untuk mengemis maupun berjualan, Wattimena menegaskan pemerintah akan mengambil langkah hukum terhadap orang tua yang terbukti menelantarkan atau mengeksploitasi anak.
"Pemerintah harus memberikan efek jera kepada orang tua yang tidak menjalankan tanggung jawabnya. Anak-anak tidak boleh dijadikan alat untuk mencari nafkah ataupun dieksploitasi," tegasnya.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya peran keluarga sebagai benteng utama dalam membentuk karakter anak. Menurutnya, keluarga yang harmonis akan melahirkan anak-anak yang sehat, cerdas, dan memiliki karakter yang baik.
Mengusung tema "Sayangi Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan", peringatan Hari Anak Nasional tahun ini menjadi momentum bagi seluruh pihak untuk memperkuat komitmen dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan ramah bagi anak.
Pemerintah Kota Ambon, juga terus mendorong berbagai kebijakan yang mendukung terwujudnya Kota Layak Anak, termasuk pembatasan iklan rokok di sekitar sekolah, penyediaan ruang ramah anak, peningkatan pendidikan karakter, serta perlindungan anak dari pengaruh narkoba, minuman keras, dan perilaku menyimpang lainnya.
Di akhir sambutannya, Wattimena mengajak seluruh anak di Kota Ambon untuk berani menyampaikan laporan apabila mengalami kekerasan atau perlakuan yang tidak semestinya, baik melalui sekolah, pemerintah, maupun media sosial.
"Selamat Hari Anak Nasional untuk seluruh anak di Kota Ambon. Teruslah bermimpi dan raih cita-cita setinggi mungkin. Kami berkomitmen untuk terus menyayangi, melindungi, dan membangun masa depan kalian agar kelak menjadi generasi yang membanggakan Kota Ambon dan Indonesia," tutupnya.(CM/JP)